Pencet Donk Gan...!!!
Bimbingan Konsling Dalam Pendidikan Islam
Bimbingan Konseling dalam Pendidikan Islam
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Dalam upaya menunjang suksesnya kegiatan pendidikan Islam di sekolah, pengetahuan Bimbingan dan Konseling sangat diperlukan oleh staf pengajar (guru) yang diberi tugas melaksanakan program bimbingan dan konseling. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar mengajar hakikatnya merupakan rangkaian proses komunikasi antara guru dan murid yang berlangsung atas dasar minat, bakat, dan kemampuan dari setiap murid. Pada proses komunikasi tersebut tidak selalu berjalan lancar bagi setiap individu murid, baik pengaruh dari luar maupun dari dalam diri. Misalnya kelemahan dalam penalaran, kemauan dan rasa (emosi), pengaruh dari lingkungan sosial yang kurang mendukung ke arah belajar anak, kekurangan biaya dalam pemenuhan sarana belajar dan sebagainya. Hambatan-hambatan tersebut merupakan sesuatu yang menekan daya kemampuan belajar murid.
Sebelum mengatasi problem-problem tersebut guru sebaiknya memahami tujuan dari bimbingan dan konseling dalam pendidikan Islam. Dan untuk mengatasi problem-problem yang ada diperlukan teori-teori (jalan) yang digunakan sebagai pendekatan.
B. Rumusan Masalah.
1. Apakah pengertian, Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling pendidikan islam?
2. Apa saja teori-teori bimbingan dan konseling dalam pendidikan islam?
3. Bagaimana Pendekatan Islami Dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling?
4. Siapa saja Subyek Bimbingan Konseling Islam?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Islam.
1. Pengertia Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Islam.
Bimbingan berasal dari kata “guidance” yang berarti pimpinan, arahan, pedoman dan petunjuk. Kata guidance berasal dari kata “to guide” yang berarti menuntun, mempedomani, menjadi petunjuk jalan, mengemudikan. Pengertian bimbingan secara luas ialah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk memahami dirinya, menerima dirinya, merealisasikan dirinya sesuai dengan potensi dan kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Dan pengertian konseling secara etimologi adalah nasehat, anjuran dan ajaran. Dengan demikian konseling dapat diartikan sebagai pemberian nasehat, pemberian anjuran dan pembicaraan dengan bertukar pikiran . Sedangkan konseling menurut terminology:
1. C. Patterson (1959) mengemukakan bahwa konseling ialah proses yang melibatkan hubungan antara pribadi antara seorang terapis dengan satu klien atau lebih, dimana terapis menggunakan metode-metode psikologis atas dasar pengetahuan sistematik tentang kepribadian manusia dalam upaya meningkatkan kesehatan mental klien.
2. Edwin C. Elwis (1970) mengemukakan bahwa konseling adalah suatu proses dimana orang yang bermasalah dibantu secara pribadi untuk merasa dan berprilaku yang lebih memuaskan melalui interaksi dengan seorang yang tidak terlibat (konselor) yang menyediakan informasi dan reksi yang merangsang klien untuk mengembangkan prilaku yang memungkinkannya berhubungan secara efektif dengan dirinya dan lingkungannya.
3. Williamson menyatakan bahwa konseling diartikan sebagai suatu proses personalisasi dan individualisasi untuk membantu seseorang dalam mempelajari mata pelajaran di sekolah. Ciri-ciri prilaku seorang warga Negara dan nilai-nilai pribadi dan social serta kebiasaan dan semua kebiasaan lainnya, mempelajari keterampilan (skill) sikap dan kepercayaan yang dapat membantu dirinya selaku makhluk yang dapat menyesuaikan diri secara normal.
Istilah bimbingan konseling islam (BKI) dalam bingkai ilmu dakwah adalah irsyad islam. Irsyad islam berarti peruses pmeberian bantun terhadap diri sendiri (irsyad nafsiah), individu, (irsyad fardiyah), atau kelompok kecil (irsyad fi’ah qalilah) agar dapat keluar dari berbagai kesulitan untuk mewujudkan kehidupan pribadi, individu dan kelompok yang salam, hasanah, toyyibah, memperoleh ridho Alloh dunia dan akhirat. Pemberian bantuan tersebut dapat berupa ta’lim, tawjih, nasihat, mawizzah, dan isytisyifa dalam bentuk internalisasi dan transmisi pesan-pesan Tuhan .
Sedangkan definisi bimbingan dan konseling dalam pendidikan Islam ialah suatu aktifitas memberikan bimbingan, pengajaran, dan pedoman kepada peserta didik yang dapat mengembangkan potensi akal pikiran, kejiwaan, keimanan dan keyakinannya serta dapat menanggulangi problematika dalam keluarga, sekolah dan masyarakat dengan baik dan benar secara mandiri berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadis. Dengan menggunakan teknik-teknik tertentu baik yang bersifat lahir ataupun batin yang dilakukan oleh guru BK/BP dalam lingkungan sekolah/madrasah.
2. Tujuan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam.
Tujuan Bimbingan dan konseling adalah agar tercapai perkembangan yang optimal pada individu yang di bimbing .
Bimbingan dan konseling prinsipnya ialah merupakan bantuan kepada individu. Artinya pelaksanaan kegiatan mencegah atau memecahkan masalah-masalah pendidikan yang sedang dihadapi, secara rinci tujuan bimbingan dan konseling pendidikan islam sebagai berikut:
1. Membantu individu mencegah timbulnya problem-problem yang berkaitan dengan kegiatan belajar/pendidikan antara lain:
a. Membantu individu memahami hakikat pendidikan islam.
b. Membantu individu memahami tujuan dan kedudukan pendidikan menurut islam.
c. Membantu individu memahami factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar.
d. Membantu individu menyiasati kegiatan belajar agar berhasil.
e. Membantu individu melakukan kegiatan belajar sesuai dengan ketentuan syariat islam.
2. Membantu individu memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar/pendidikan islam.
a. Membantu individu agar mampu memahami problem yang dihadapinya.
b. Membantu individu memahami kondisi dirinya dan lingkungannya.
c. Membantu individu memahami dan menghayati cara-cara mengatasi masalah belajar yang sesuai dengan ajaran islam.
d. Membantu individu menetapkan pilihan dalam usaha memecahkan maslah yang dihadapi sesuai dengan ajaran islam.
3. Membantu individu memelihara situasi dan kondisi kegiatan belajar agar tetap baik dan mengembangkannya menjadi lebih baik antara lain:
a. Memelihara individu yang situasi dan kondisi belajarnya yang bermasalah telah teratasi, tidak kembali.
b. Mengembangkan situasi dan kondisi belajar menjadi lebih baik.
3. Fungsi Bimbingan dan Konseling.
Secara kodrati, manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk religius yang memiliki keeksistensiannya dan hidup secara bersama-sama. Manusia dilahirkan sebagai makhluk monopluralis yang berunsurkan jasad dan ruh dengan disertai akal dan hati nurani dan hawa nafsu diberi kebebasan untuk berkehendak. Akan tetapi hal tersebut menuntut adanya tanggung jawab yang harus dipikulnya. Oleh karena itu, dengan bimbingan dan konseling dimaksudkan agar manusia mampu memhami potensi-potensi insaniahnya, dimensi-dimensi kemanusiaanya, termasuk memahami berbagai persoalan hidup dan mencari alternati pemecahannya .
Fungsi bimbingan dan konseling khususnya di sekolah memiliki beberapa fungsi yaitu :
1. Fungsi pencegahan.
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan konseling dimaksudkan untuk mencegah timbulnya masalah pada diri siswa sehingga mereka terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya.
2. Fungsi pemahaman.
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman tentang diri klien atau siswa beserta permasalahannya dan juga lingkungannya oleh klien itu sendiiri dan oleh pihak-pihak yang membantunya (pembimbing).
3. Fungsi pengentasan.
Melalui fungsi ini, siswa yang mengalami masalah di anggap berada dalam suatu kondisi atau keadaan yang tidak mengenakkan sehingga perlu diangkat atau dikeluarkan dari kondisi atau keadaan tersebut. Oleh sebab itu, ia harus dientas atau diangkat dari keadaan yang tidak disukainya. Upaya ini pada hakikatnya merupakan upaya pengentasan.
4. Fungsi pemeliharaan.
Melalui fungsi ini, berarti memelihara sesuatu yang baik (fositif) yang ada pada diri individu (siswa).
5. Fungsi penyaluran.
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling berupaya mengenali masing-masing siswa secara perorangan, selanjutnya memberikan bantuan menyalurkan kearah kegiatan atau program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal.
6. Fungsi penyesuaian.
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling membantu tercapainya penyesuaian antara siswa dengan lingkungannya.
7. Fungsi pengembangan.
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada siswa untuk membantu para siswa dalam mengembangkan seluruh potensinya secara lebih terarah.
8. Fungsi perbaikan.
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling diberiakan kepada siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa.
B. Teori-Teori Bimbingan dan Konseling dalam Islam.
Yang dimaksud dengan teori-teori konseling dalam Islam adalah landasan yang benar dalam melaksanakan proses bimbingan dan konseling agar dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan perubahan-perubahan positif bagi klien mengenai cara dan paradigma berfikir, cara menggunakan potensi nurani, cara berperasaan, cara berkeyakinan dan cara bertingkah laku berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.
Alloh SWT telah berfiran dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125 yang berbunyi:
Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)
Berdasarkan ayat diatas, para ahli salah satunya Hamdani Bakran (2002) mengidentifikasi bahwa ayat tersebut mengandung beberapa teori dalam bimbingan dan konseling. Berikut beberapa teori yang ada pada ayat diatas:
1. Teori Al-Hikmah.
Kata Al-Hukamh menurut bahasa mengandung makna:
a. Mengetahui keunggulan sesuatu melalui suatu pengetahuan, sempurna, bijaksana, dan sesuatu yang tergantung padanya akibat sesuatu yang terpuji.
b. Ucapan yang sesuai dengan kebenaran, filsafat, perkara yang benar dan lurus, keadilan pengetahuan dan lapang dada.
c. Kata “Al-Hikmah” dengan bentuk jamaknya “Al-Hikmah” bermakna: kebijaksanaan, ilmu dengan pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, pepatah dan Al-Qur’an Al-karim.
Teori al-hikmah adalah sebuah pedoman, penuntun dan pembimbing untuk memberi bantuan kepada individu yang sangat membutuhkan pertolongan dalam mendidik dan mengembangkan eksistensi dirinya hingga ia dapat menemukan jati diri dan citra dirinya serta dapat menyelesaikan atau mengatasi berbagai ujian hidup secara mandiri. Proses aplikasi pembimbing dan konseling dengan teori ini semata-mata dapat dilakukan oleh seorang pembimbing atau konselor dengan pertolongan Allah. Sesungguhnya Allah SWT melimpahkan Al-Hikmah itu tidak hanya kepada para Nabi dan Rasul, akan tetapi Dia telah limpahkan juga kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, seperti firman-Nya dalm QS. Al-Baqarah ayat 269 yang artinya: “Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”
2. Teori Al-Mau’izhoh Al-Hasanah.
Yaitu teori bimbingan atau konseling dengan cara mengambil pelajaran-pelajaran dari pelajaran kehidupan para Nabi dan Rasul. Bagaimana Alloh membimbing dan mengarahkan cara berfikir, cara berperasaan, cara berperilaku serta menanggulangi berbagai problem kehidupan. Bagaimana cara mereka membangun ketaatan dan ketaqwaan kepada-Nya.
Yang dimaksud dengan Al-Mau’izhoh Al-Hasanah ialah pelajaran yang baik dalam pandangan Alloh dan Rasul-Nya, yaitu dapat membantu klien untuk menyelesaikan atau menanggulangi problem yang sedang dihadapinya.
3. Teori Mujadalah yang Baik.
Yang dimaksud teori Mujadalah ialah teori konseling yang terjadi dimana seorang klien sedang dalam kebimbangan. Teori ini biasa digunakan ketika seorang klien ingin mencari suatu kebenaran yang dapat menyakinkan dirinya, yang selama ini ia memiliki problem kesulitan mengambil suatu keputusan dari dua hal atau lebih; sedangkan ia berasumsi bahwa kedua atau lebih itu lebih baik dan benar untuk dirinya. Padahal dalam pandangan konselor hal itu dapat membahayakan perkembangan jiwa, akal pikiran, emosional, dan lingkungannya. Prinsip-prinsip dari teori ini adalah sebagai berikut:
a. Harus adanya kesabaran yang tinggi dari konselor.
b. Konselor harus menguasai akar permasalahan dan terapinya dengan baik.
c. Saling menghormati dan menghargai.
d. Bukan bertujuan menjatuhkan atau mengalahkan klien, tetapi membimbing klien dalam mencari kebenaran.
e. Rasa persaudaraan dan penuh kasih saying.
f. Tutur kata dan bahasa yang mudah dipahami dan halus.
g. Tidak menyinggung perasaan klien.
h. Mengemukakan dalil-dalil Al-Qur’an dan Sunnah dengan tepat dan jelas.
i. Ketauladanan yang sejati. Artinya, apa yang konselor lakukan dalam proses konseling benar-benar telah dipahami, diaplikasikan dan dialami konselor. Karena Alloh sangat murka kepada orang yang tidak mengamalkan apa yang is nasehatkan kepada orang lain. Dalam firman-Nya QS. Ash-Shaff ayat 2-3 yang artinya: (2). Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
(3). Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
Teori konseling “Al-Mujadalah bil Ahsan”, menitikberatkan kepada individu yang membutuhkan kekuatan dalam keyakinan dan ingin menghilangkan keraguan terhadap kebenaran Ilahiyah yang selalu bergema dalam nuraninya. Seperti adanya dua suara atau pernyataan yang terdapat dalam akal fikiran dan hati sanubari, namun sangat sulit untuk memutuskan mana yang paling mendekati kebenaran.
C. Pendekatan Islami Dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling
Pendekatan Islami dalam bimbingan dan konseling dapat diakaitkan dengan aspek-aspek psikologis yang meliputi pribadi, sikap, kecerdasan, perasaan dan lain-lain yang berkaitan dengan klien dan konselor. Bagi pribadi muslim yang berlandaskan tauhid, merupakan pribadi yang bekerja keras untuk melaksanakan tugas suci yang telah Allah berikan dan percayakan kepadanya, yang mana baginya merupakan suatu ibadah. Sehingga pada pelaksanaan bimbingan dan konseling, pribadi muslim berprinsip pada hal-hal sebagaimana yang disampaikan oleh Nelly Nurmelly dalam papernya peran agama dalam bimbingan konseling berikut ini:
1) Selalu memiliki prinsip landasan dan prinsip dasar yaitu hanya beriman kepada Allah swt.
2) Memiliki prinsip kepercayaan, yakni beriman kepada malaikat.
3) Memiliki prinsip kepemimpinan, yakni beriman kepada Nabi dan Rosul-Nya.
4) Selalu memiliki prinsip pembelajaran, yakni berprinsip pada Al-Quran.
5) Memiliki prinsip masa depan, yakni beriman kepada hari akhir.
6) Memiliki prinsip keteraturan, yakni beriman kepada ketentuan Allah.
Jika seorang konselor memegang prinsip tersebut, maka pelaksanaan bimbingan dan konseling akan mengarah kearah kebenaran, selanjutnya dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling perlu memiliki tiga langkah untuk mewujudkan tujuannya. Pertama, memiliki mission statement yang jelas yaitu daua kalimat syahadat. Kedua, memiliki sebuah metode pembangunan karakter sekaligus simbol kehidupan yaitu shalat lima waktu. Ketiga, memiliki kemampuan pengendalian diri yang dilatih dan disimbolkan dengan puasa. Dengan prinsip tersebut, seorang konselor dapat menghasilkan kecerdasan emosi dan spiritual (ESQ) yang sangat tinggi (Ahlakul Karimah). Selain itu seorang konselor juga perlu mengetahhui pandangan filsafat Ketuhanan (Theologi) karena manusia sejatinya telah membawa potensi bertuhan sejak dilahirkan. Dalam menghadapi masalah diarahkan dengan pendekatan agama. Yang mana dalam agama mempunyai fungsi-fungsi pelayanan bimbingan, konseling dan terapi yang didasarkan kepada Al-Quran dan As-sunnah. Dan sudah pastinya, pelaksanaan bimbingan dan konseling ddengan pendekatan agama Islam, akan membawa kepada peningkatan iman, ibadah dan jalan yang diridhai Allah swt.
Dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi manusia, agama telah mengatur berbagai aspek kehidupan manusia untuk mewujudkan rasa damai dan tentram bagi jiwa manusia dalam menuju kebahagiaan yang hakiki. Peranan agama Islam dalam menghadapi kesehatan mental manusia adalah sebagaimana berikut:
1) Ajaran Islam beserta seluruh petunjuknya yang ada di dalamnya merupakan obat bagi jiwa atau penyembuh segala penyakit hati yang terdapat dalam jiwa manusia.
2) Ajaran Islam memberikan bantuan kejiwaan kepada manusia dalam menghadapi cobaan dan mengatasi kesulitan.
3) Ajaran Islam memberikan rasa aman dan tentram yang menimbulkan keimanan kepada allah dalam jiwa seorang mukmin.
Bagi seorang mukmin, ketenangan jiwa, rasa aman dan ketentraman jiwa akan terealisasi dengan keimanannyakepada Allah yang akan membekali harapan akan pertolongan, lindungan dan penjagaan-Nya.
D. Subyek Bimbingan Konseling Islam
Subyek konseling adalah manusia itu sendiri, karena manusia pada dasarnya tidak pernah luput dari masalah (problem). Di bawah ini adalah penjabaran dari subyek Bimbingan Konseling Islam :
1. Individu, baik dalam rangka preventif maupun kuratif, berkaitan dengan,
a. Kesulitan (kemungkinan menjumpai kesulitan) dalam pergaulan dengan lawan jenis,
b. Kesulitan (kemungkinan menjumpai kesulitan) dalam pergaulan dengan anggota kelompoknya.
c. Kesulitan (kemungkinan menjumpai kesulitan) dalam pergaulan dengan masyarakat,
d. Kesulitan (kemungkinan menjumpai kesulitan) yang berkaitan dengan konflik nilai, baik dengan nilai kelompok maupun dengan nilai masyarakat luas.
2. Kelompok, baik dalam rangka preventif maupun kuratif, yang mencakup :
a. Kesulitan (kemungkinan menjumpai kesulitan) dalam hubungan ketetanggaan (antar rumah tangga).
b. Kesulitan (kemungkinan menjumpai kesulitan) dalam hubungan antar kelompok.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Bimbingan dan konseling dalam pendidikan Islam ialah suatu aktifitas memberikan bimbingan, pengajaran, dan pedoman kepada peserta didik yang dapat mengembangkan potensi akal pikiran, kejiwaan, keimanan dan keyakinannya serta dapat menanggulangi problematika dalam keluarga, sekolah dan masyarakat dengan baik dan benar secara mandiri berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadis. Dengan menggunakan teknik-teknik tertentu baik yang bersifat lahir ataupun batin yang dilakukan oleh guru BK/BP dalam lingkungan sekolah/madrasah.
Tujuan Bimbingan dan konseling adalah agar tercapai perkembangan yang optimal pada individu yang di bombing. Sedangkan fungsi bimbingan dan konseling khususnya di sekolah memiliki beberapa fungsi yaitu: Fungsi pencegahan, fungsi pemahaman, pengentasan, pemeliharaan, penyaluran, penyesuaian, pengembangan, pengembangan dan fungsi perbaikkan. Adapun teori-teori yang terdapat pada bimbingan dan konseling yakni teori Al-Hikmah, Al-Mau’idzah Al-Hasanah, dan teori Mujadalah yang baik. Subyek konseling adalah manusia itu sendiri, karena manusia pada dasarnya tidak pernah luput dari masalah (problem).
B. Saran.
Adapun kami hanyalah manusia biasa yang tidak mampu sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah Swt begitu juga dengan makalah yang kami buat ini, kami berharap untuk kritik saran dan masukan yang membangun kesempurnaan makalh yang terlampau sederhana ini.
DAFTAR PUSTAKA
Bakari, Hamdani. Konseling dan Psikoterapi Islam. Fajar Pustaka. Yogyakarta: 2002
Ahmad Mubarok, Al-Irsyad an Nafsy, Konseling Agama Teori dan Kasus, Fajar Pustaka Baru, Yogyakarta: 2002.
Mu’awanah elfi dan Hidayah Rifah. Bimbingan Konseling Islam, Bumi Aksara, Jakarta: 2009.
Aunur Rahim Faqih, Bimbingan dan Konseling dalam Islam, UII press. Jakarta: 2001.
Langganan:
Postingan (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar